Sabtu, 02 Mei 2020

Kebanyakan masyarakat belum paham uang kertas adalah tipuan mentah para  bankir. Selain banyak yang mengira bank sentral yang menerbitkan uang kertas adalah lembaga pemerintah.
 banyak pula yang mengira uang kertas yang  itu  dijamin dengan emas.  Hampir semua orang awam tidak tahu bahwa uang yang beredar, yang ada di dompet masing-masing, adalah nota utang.
 Dan, tentu saja, utang itu berbunga.
Bahkan banyak ustadz yang tidak paham soal ini. Sehingga  bersikukuh menghalalkan uang fiat. Bahkan ada seorang ustadz terkenal, entah karena memang naif atau tidak paham atau sebab lain,  yang menggunakan logika lucu  tentang uang fiat.

Dia mengatakan: “Saudara kita penggerak dinar mengklaim bahwa uang kertas sejatinya hanyalah  surat utang. Walaupun demikian belum pernah ada ceritanya mereka mencairkan surat utangnya ke Bank Indonesia yang menerbitkan uang kertas tersebut.

 Andai  klaim ini benar, maka ada baiknya bila para penggerak dinar membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka bisa mencairkan kembali hutang emas itu.” Penjelasan  ini, yang mudah dibuktikan pada secarik uang kertas yang jujur, menyebut "Saya brrjanji akan membayar kepada pembawanya saat ditagih sejumlah..." (sesuai nama uangnya pound, rupee, dll), menjawab pernyataan tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar